Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Saham Top Losers Sepekan, dari VKTR hingga DSSA

Anggie Ariesta , Jurnalis-Sabtu, 17 Oktober 2026 |09:48 WIB
10 Saham Top Losers Sepekan, dari VKTR hingga DSSA
10 Saham Top Losers Sepekan, dari VKTR hingga DSSA (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 10 saham dengan penurunan terbesar yang masuk jajaran top losers pada perdagangan pekan ini, 12-16 Oktober 2026. Deretan emiten dari berbagai sektor mengalami tekanan jual yang signifikan sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatat penurunan 14,91 persen ke level 5.185 dalam sepekan.

Peringkat pertama top 10 losers ditempati oleh saham PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK), terjun bebas sebesar 51 persen. Harga sahamnya anjlok dari Rp159 menjadi Rp77 per saham.

Untuk saham dengan pelemahan terbatas adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menyusut 36 persen ke Rp715 dari posisi pekan sebelumnya di Rp1.130.

Berikut 10 saham penghuni top losers sepekan berdasarkan statistik BEI, Sabtu (17/10/2026):

 

1. PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) merosot 51,57 persen ke Rp77
2. PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) menyusut 43,22 persen ke Rp268
3. PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) melemah 42,42 persen ke Rp19
4. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) tergelincir 42,02 persen ke Rp374
5. PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) tertekan 41,12 persen ke Rp179
6. PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) terkoreksi 41,03 persen ke Rp23
7. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melemah 39,22 persen ke Rp124
8. PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) tergelincir 37,61 persen ke Rp282
9. PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) turun 37,18 persen ke Rp196
10. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menurun 36,73 persen ke Rp715
 

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement