JAKARTA – Pekerja dan masyarakat diminta mewaspadai tautan palsu yang mengatasnamakan program Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 untuk melindungi data pribadi dari potensi penyalahgunaan. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan mengeklik tautan yang beredar, terutama karena situs resmi BSU di bsu.kemnaker.go.id saat ini belum dapat diakses.
Kemnaker mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru membuka tautan yang beredar melalui pesan berantai WhatsApp maupun pesan langsung (direct message/DM) media sosial, khususnya jika berasal dari sumber yang belum terverifikasi.
“Saat ini laman BSU belum dapat diakses. Mohon tunggu pengumuman resminya, ya,” tulis Kemnaker.
Kemnaker juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada tautan yang menggunakan logo pemerintah atau tampilan menyerupai situs resmi. Tampilan yang meyakinkan tidak menjamin bahwa informasi di dalamnya benar atau berasal dari sumber resmi.
“Awas! Jangan buru-buru klik,” tegas Kemnaker.
Untuk menghindari penipuan, pekerja perlu memeriksa alamat situs dengan teliti sebelum membuka tautan terkait BSU. Masyarakat juga harus berhati-hati terhadap situs yang meminta data pribadi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), atau menjanjikan pencairan bantuan tanpa prosedur resmi yang jelas.