Untuk menangkap peluang tersebut, MSIN menyiapkan empat strategi pertumbuhan bisnis, mulai dari penguatan kualitas konten dan teknologi, perluasan kolaborasi strategis, ekspansi global, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Salah satu fokus ekspansi global perseroan dilakukan melalui pengembangan platform microdrama V+Short yang menyasar pengguna internasional.
Investor Relation MSIN, Luthan Fadel Putra mengungkapkan, platform V+Short yang diluncurkan secara publik di Hong Kong pada 8 Mei 2026 berhasil mencatatkan 3 juta unduhan hanya dalam dua bulan pertama.
Luthan menjelaskan, strategi awal ekspansi platform microdrama tersebut difokuskan pada negara-negara berkembang, seperti Filipina, Meksiko, dan India. Pemilihan pasar tersebut didasarkan pada biaya pemasaran yang relatif lebih rendah dibandingkan negara maju.
Selain itu, MSIN mengandalkan kemampuan produksi konten eksklusif sebagai salah satu keunggulan dalam menghadapi persaingan industri microdrama global.
Menurut Luthan, biaya produksi satu judul microdrama di Indonesia dapat ditekan hingga sekitar US$15.000. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya produksi di sejumlah negara lain yang berkisar US$100.000 hingga US$200.000 per judul.
Efisiensi biaya produksi dan pemasaran tersebut juga memungkinkan perseroan menawarkan layanan dengan harga lebih kompetitif. Luthan menyebut, biaya berlangganan platform microdrama perseroan berada di kisaran US$3, lebih rendah dibandingkan sejumlah platform pesaing yang mengenakan tarif sekitar US$10 hingga US$20 per bulan.
"Karena kita memproduksinya dari Indonesia, human capital cost-nya bisa terbilang relatif lebih rendah dibanding negara-negara lain. Sehingga untuk kita menciptakan sebuah konten, itu pasti biayanya lebih rendah," jelasnya.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.