Sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat Bersama Komisi VI DPR RI, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengusulkan kepada parlemen untuk pengadaan KRL melalui impor bekas dari Jepang. Hal tersebut menimbang kecepatan waktu, ketimbang harus menunggu waktu produksi kereta baru yang memakan waktu.
"Namun sebagai solusi bridging -nya, untuk pemenuhan sarana pada hari ini yang akan kita utilisasi paling maksimum itu 10 tahun kedepan, itu dengan melakukan impor kereta bukan baru dari Jepang," kata Bobby dalam RDP bersama Komisi VI (23/9).
Sebagai informasi tambahan, pengadaan KRL menimbang pertumbuhan penumpang KRL. Pada semester I 2026, jumlah penumpang KRL tumbuh 11,3 persen atau sekitar 1,1 juta orang per hari. Meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mana jumlah penumpang masih di bawah 1 juta per hari.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.