Advertisement
Advertisement

Gelar InnovAsia di Jakarta, BEI dan Nasdaq Dorong Perluasan Akses Pasar Global dan Pengawasan Perdagangan

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 29 Oktober 2026 |16:44 WIB
Gelar InnovAsia di Jakarta, BEI dan Nasdaq Dorong Perluasan Akses Pasar Global dan Pengawasan Perdagangan
BEI dan Nasdaq Dorong Perluasan Akses Pasar Global (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) berkolaborasi dengan Nasdaq menggelar forum bertajuk InnovAsia di Jakarta. Forum ini dihadirkan untuk mendiskusikan transformasi struktur pasar keuangan global, pengembangan aktivitas perdagangan luar negeri (offshore trading), hingga penguatan infrastruktur dan integritas pasar modal Indonesia.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy mengatakan, dinamika pasar keuangan global yang bergerak cepat menuntut kelincahan dan kesiapan bursa domestik dalam meningkatkan daya saing.

"Pasar keuangan global yang berubah dengan cepat menuntut kelincahan yang lebih besar. Inovasi produk, infrastruktur perdagangan yang andal, serta standar perlindungan investor yang tinggi merupakan pilar-pilar utama yang menopang daya saing bursa kita," ujar Irvan dalam Seminar InnovAsia di Main Hall BEI, Kamis (29/10/2026).

Irvan menjelaskan bahwa visi jangka panjang BEI adalah membuka akses dua arah bagi pemodal, yakni mempermudah investor domestik melakukan diversifikasi ke instrumen global sekaligus meningkatkan kepercayaan investor internasional untuk masuk ke pasar saham Indonesia.

"Forum ini dibangun di atas upaya berkelanjutan kami untuk memperkuat hubungan Indonesia dengan ekosistem perdagangan global, khususnya dengan mendukung pengembangan produk dan aktivitas perdagangan luar negeri (offshore trading) di pasar modal kita. Lebih dari itu, visi kami yang lebih luas bukan hanya memberdayakan investor domestik agar dapat terdiversifikasi ke instrumen global dengan mudah, melainkan juga membangun infrastruktur dan kepercayaan yang andal guna membuat investasi di pasar saham Indonesia lebih mudah diakses oleh pelaku pasar internasional," jelas Irvan.

Rangkaian sesi pada forum ini mencakup pembahasan struktur likuiditas pasar ekuitas AS, mekanisme kliring ekuitas AS bagi pelaku pasar Indonesia, hingga pengawasan perdagangan (trade surveillance) efektif untuk menjaga integritas pasar.

 

"Melalui wawasan yang dibagikan dalam sesi ini, kami berharap para peserta dari industri pasar modal Indonesia dapat mengidentifikasi peluang baru untuk memperluas jangkauan instrumen investasi, memperkuat kualitas infrastruktur domestik, serta memastikan pertumbuhan perdagangan luar negeri dan arus investasi dua arah berlangsung secara aman, transparan, dan berdaya saing global," ungkap Irvan.

Sementara itu, Head of Data, Index, Analytics Asia Pacific Nasdaq, James McKeone mengungkapkan bahwa Jakarta menjadi salah satu kota tujuan penting dalam rangkaian gelaran InnovAsia di kawasan Asia, setelah sebelumnya dilaksanakan di Tokyo, Seoul, Taipei, dan Bangkok.

"Acara InnovAsia ini telah diselenggarakan di berbagai wilayah Asia, mulai dari Tokyo, Seoul, Taipei, hingga Bangkok. Dan sekarang kami hadir di sini. Acara ini bertujuan untuk menciptakan ruang di mana para pemangku kepentingan industri dapat berkumpul dan saling berbagi gagasan. Acara ini hadir untuk menguji berbagai asumsi dan mempersiapkan masa depan pasar modal," kata James.

James mengapresiasi kemitraan strategis bersama BEI di tengah melonjaknya perhatian komunitas investor lokal terhadap instrumen dan dinamika pasar keuangan internasional, termasuk tren perdagangan 24/5 di pasar ekuitas AS.

"Kami sangat bersemangat untuk melanjutkan perjalanan ini di Jakarta pada saat komunitas investor Indonesia menunjukkan minat yang semakin meningkat terhadap pasar global, khususnya pasar AS, beserta seluruh manfaat yang dapat dihadirkannya. Saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bursa Efek Indonesia atas kemitraannya dengan kami hari ini," kata dia.

James menambahkan bahwa diskusi lintas negara ini memegang peranan krusial untuk membangun fondasi kepercayaan serta kolaborasi industri secara bertanggung jawab.

"Ini adalah perbincangan tentang kepercayaan dan kolaborasi. Ini adalah tentang bagaimana kita, sebagai komunitas global, dapat melangkah maju secara bertanggung jawab," pungkas James.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement