Adapun penjualan PK dan CPKO masing-masing menyumbang pendapatan sebesar Rp337,58 miliar dan Rp273,32 miliar.
Sejalan dengan lonjakan pendapatan, TLDN membukukan laba kotor sebesar Rp1,59 triliun, atau naik 22,7 persen YoY.
Sementara itu, EBITDA perseroan tumbuh 10,4 persen YoY menjadi Rp1,45 triliun dari posisi kuartal III 2025 yang sebesar Rp1,31 triliun.
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) dari kebun inti mencapai 862.795 ton, naik 5,6 persen YoY. Di saat yang sama, produksi TBS dari kebun plasma melonjak 17,5 persen YoY menjadi 133.029 ton.
Volume pengolahan TBS perseroan tercatat meningkat 7,1 persen YoY menjadi 1,13 juta ton, yang berdampak pada kenaikan produksi CPO sebesar 10,9 persen.
Selain itu, tingkat ekstraksi minyak sawit (Oil Extraction Rate/OER) TLDN mengalami perbaikan dari 22,73 persen pada kuartal III 2025 menjadi 23,54 persen pada kuartal III 2026.
Peningkatan hasil panen dan efisiensi pengolahan pabrik tersebut mendukung realisasi volume penjualan perseroan sepanjang periode berjalan.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.