Advertisement
Advertisement

Peremajaan Sawit Diawali Ritual Baremah, Ternyata Ini Alasannya

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Kamis, 29 Oktober 2026 |10:05 WIB
Peremajaan Sawit Diawali Ritual Baremah, Ternyata Ini Alasannya
Peremajaan Sawit Diawali Ritual Baremah, Ternyata Ini Alasannya (Foto: PalmCo)
A
A
A

JAKARTA - Di tengah pesatnya modernisasi sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, ada sebuah komitmen untuk tidak meninggalkan akar tradisi. Khususnya di Kalimantan Barat (Kalbar) dalam setiap fase penting operasional perkebunan, seperti peremajaan kebun (replanting). 

Pelaksanaan ritual adat Baremah menjadi bagian penting sebelum kegiatan pembukaan atau peremajaan lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah masyarakat adat Dayak, Kalimantan Barat. Ritual adat Baremah sebuah tradisi menyucikan dan meminta restu kepada Sang Pencipta (Jubata) serta alam semesta menjadi bagian tak terpisahkan sebelum perusahaan memulai aktivitas yang bersinggungan langsung dengan pembukaan atau peremajaan lahan. 

Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo Arya Sandhiyudha menegaskan bahwa penghormatan terhadap adat istiadat adalah bagian dari identitas dan nilai luhur perusahaan sebagai agen pembangunan di daerah. Hal ini juga menjadi bagian operasional bisnis perkebunan skala besar dapat berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal. 

"Bagi kami di PTPN IV PalmCo, keberlanjutan bisnis tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan keharmonisan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi kami," katanya di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, keterlibatan dalam tradisi seperti Baremah di Kalimantan Barat adalah komitmen nyata untuk tumbuh bersama masyarakat. Pihaknya meyakini bahwa menjaga tradisi berarti merawat keseimbangan ekosistem dan sosial. 

"Ini adalah standar operasional kami, maju bersama kemajuan zaman, tanpa pernah melupakan atau meminggirkan kearifan budaya yang telah menjaga alam ini selama berabad-abad," ujarnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement