Advertisement
Advertisement

Dari Bumi Pomalaa Menuju Jantung Baterai Dunia

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 31 Oktober 2026 |09:22 WIB
Dari Bumi Pomalaa Menuju Jantung Baterai Dunia
Dari Bumi Pomalaa Menuju Jantung Baterai Dunia (Foto: Fasilitas HPAL/Dokumentasi Vale)
A
A
A

Infrastruktur Lingkungan Mengiringi Pembangunan

Di tengah pembangunan fasilitas industri berskala besar, pengelolaan lingkungan menjadi aspek penting dalam pengembangan Pomalaa. Aktivitas pertambangan dan pengolahan mineral membawa konsekuensi terhadap penggunaan lahan, pengelolaan air, limbah, dan emisi. Karena itu, infrastruktur pengendalian lingkungan dikembangkan seiring pembangunan fasilitas produksi.

Salah satunya melalui jaringan sediment pond atau kolam pengendap. Hingga September 2026, terdapat 19 unit sediment pond dengan luas eksisting sekitar 60 hektare. Sebanyak 16 unit telah berfungsi, sedangkan tiga lainnya masih dalam tahap konstruksi. Progres fisik pembangunannya mencapai sekitar 98 persen.

Fasilitas tersebut berfungsi menahan material padat dan sedimen dari limpasan air di area proyek sebelum dialirkan ke sistem pengelolaan berikutnya. Tujuannya mengendalikan potensi dampak pembukaan lahan sekaligus menjaga kualitas air di sekitar wilayah operasi.

Selain pengelolaan air, Vale Indonesia mengembangkan fasilitas nursery modern di Kecamatan Tanggetada dengan luas sekitar 4,6 hektare di kawasan Kebun Raya Kolaka seluas 50 hektare.

Fasilitas persemaian yang diresmikan pada akhir Februari 2026 tersebut disiapkan untuk mendukung reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang melalui penyediaan sekitar satu juta bibit tanaman per tahun.

Nursery Vale

Nursery ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati. Sistem penyiramannya dilengkapi pengatur waktu dan sensor untuk merespons kondisi lingkungan ketika suhu melampaui 35 derajat Celsius dan kelembapan turun di bawah 60 persen.

"Semua bibit langka, bibit Kolaka kita kembangkan, di tempat lain mungkin tidak ada. Kapasitas 1 juta juga besar. Kita juga melibatkan tim ahli IPB merancang ini supaya berjalan," kata Senior Manager Environment & Permit Management Vale Indonesia Firman Gunawan.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Vale mengendalikan dampak operasional sekaligus menyiapkan pemulihan lahan pascatambang.

Nursery Vale

Dari Sawah Puuroda, Hilirisasi Mengubah Kehidupan Petani

Transformasi yang dibangun Vale Indonesia di Pomalaa tidak hanya berlangsung di kawasan industri. Di luar deretan fasilitas pengolahan nikel, perubahan juga tumbuh dari lahan pertanian masyarakat.

Di Desa Puuroda, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, petani binaan Indah Susanti merasakan bagaimana pendekatan pertanian organik mengubah kehidupan keluarganya.

Dengan lahan sekitar 27 are, Indah mengembangkan usaha pertanian berbasis metode System of Rice Intensification (SRI) Organik. Ia tidak hanya menanam padi, tetapi juga mengembangkan sayuran, seledri, tanaman herbal, tanaman obat keluarga, hingga memproduksi kompos organik.

Sebelumnya, Indah mengaku keluarganya berada dalam kondisi ekonomi terbatas. Namun, setelah mengenal pertanian organik melalui program pemberdayaan Vale Indonesia, ia mulai melihat potensi ekonomi dari lahan dan pekarangan yang dimilikinya.

"Sebelum saya mengenal pertanian organik, saya itu bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Saya tidak punya apa-apa. Setelah mengenal pertanian organik, kehidupan saya meningkat drastis," ujar Indah saat berbincang dengan Okezone, Selasa, 27 Oktober 2026.

Petani Binaan Indah

Kini, lahan yang sebelumnya belum memberikan banyak nilai ekonomi berkembang menjadi sumber penghasilan bagi keluarganya.
Dari kebun sayuran, Indah mengaku memperoleh pendapatan sekitar Rp5 juta per bulan. 

Tanaman seledri di pekarangan rumahnya menghasilkan sekitar Rp100 ribu per hari. Sementara dari sawah, ia bisa memperoleh sekitar Rp12 juta dalam satu kali panen.

Penghasilannya tidak hanya berasal dari padi dan sayuran. Indah juga menjual kompos serta berbagai tanaman yang dibudidayakan di pekarangan rumahnya.

"Dulu kami sempat penasaran, apa iya hanya dengan rerumputan bisa membuat tanaman sehat? Alhamdulillah, sekarang kami bisa membuat pupuk organik dari sampah yang sebelumnya terbuang menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Indah yang mengikuti program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB).

Program ini mengubah pola tanam petani dari sistem konvensional berbasis bahan kimia menjadi metode organik yang ramah lingkungan.

Bagi Indah, perubahan terbesar bukan semata peningkatan pendapatan, melainkan kemampuan keluarganya menciptakan sumber penghasilan sendiri. Limbah organik yang sebelumnya terbuang kini dapat diolah menjadi kompos, sementara pekarangan rumah berkembang menjadi sumber ekonomi tambahan.

Kisah tersebut memperlihatkan bagaimana pemberdayaan masyarakat dapat menghadirkan nilai tambah yang langsung dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Padi Organik

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement