Advertisement
Advertisement

Penjualan Bijih Nikel Topang Laba Vale Indonesia (INCO) Naik 180% di Kuartal III-2026

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Jum'at, 30 Oktober 2026 |13:06 WIB
Penjualan Bijih Nikel Topang Laba Vale Indonesia (INCO) Naik 180% di Kuartal III-2026
Penjualan Bijih Nikel Topang Laba Vale Indonesia (INCO) Naik 180% di Kuartal III-2026 (Foto: Blok Pomalaa/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan produksi nikel matte sebesar 18.341 metrik ton pada kuartal III-2026. Realisasi tersebut menjadi produksi kuartalan tertinggi sepanjang tahun ini setelah pelaksanaan kegiatan pemeliharaan besar pada awal 2026.

Director & Chief Financial Officer Vale Indonesia Rizky Putra mengatakan, peningkatan ketersediaan peralatan dan operasi pabrik yang stabil mendukung kenaikan produksi dibandingkan triwulan sebelumnya. 

"Perseroan terus berfokus pada keandalan operasional dan konsistensi produksi untuk menjaga kinerja pada triwulan terakhir tahun ini," katanya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Penjualan bijih nikel turut memperluas sumber pendapatan Vale. Pada periode ini, Blok Bahodopi mencatat penjualan sebesar 415.000 wet metric tons (wmt), dibandingkan 1.074.665 wmt pada 2T26, sehingga total penjualan selama sembilan bulan di tahun 2026 mencapai 2.375.759 wmt. 

Sementara itu, Blok Pomalaa membukukan penjualan sebesar 1.314.358 wmt pada 3T26, meningkat dari 495.601 wmt pada 2T26, sehingga total penjualan selama 9M26 mencapai 1.898.943 wmt. Secara keseluruhan, penjualan bijih nikel dari kedua blok tersebut mencapai sekitar 1,73 juta wmt pada 3T26. 

"Pencapaian tersebut mencerminkan keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan skala operasional sekaligus menunjukkan semakin besarnya kontribusi dari portofolio bisnis pertambangan PT Vale yang semakin terdiversifikasi," katanya.

Sementara itu, kinerja keuangan Vale didukung peningkatan volume penjualan selama triwulan berjalan. Pengiriman nikel matte meningkat menjadi 20.158 metrik ton pada kuartal III-2026, dibandingkan 13.932 metrik ton pada kuartal II-2026, sehingga membantu mengimbangi kondisi harga nikel yang masih menghadapi tantangan. Rata-rata harga realisasi nikel matte tercatat sebesar USD14.053 per ton, dibandingkan USD14.765 per ton pada triwulan sebelumnya. 

Sejalan dengan peningkatan volume penjualan tersebut, Vale membukukan pendapatan sebesar USD353 juta pada kuartal III-2026, meningkat dari USD290 juta pada triwulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama didukung oleh volume pengiriman nikel matte yang lebih tinggi, serta kontribusi yang terus bertumbuh dari penjualan bijih nikel di operasi Bahodopi dan Pomalaa. 

Secara year-to-date, pendapatan Vale mencapai USD896 juta, meningkat 27% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini mencerminkan manfaat dari pengembangan portofolio produksi dan penjualan PT Vale yang semakin beragam, sekaligus menunjukkan kemajuan Perseroan dalam mengoptimalkan berbagai sumber pertumbuhan bisnisnya.

Dari sisi biaya, biaya tunai penjualan (unit cash cost of sales) nikel matte meningkat secara moderat menjadi USD10.404 per ton pada kuartal III-2026 dibandingkan USD10.005 per ton pada kuartal II-2026, yang terutama mencerminkan kenaikan biaya dan konsumsi energi selama triwulan berjalan. 

Meskipun menghadapi tekanan biaya eksternal tersebut, peningkatan biaya berhasil diimbangi sebagian oleh fokus berkelanjutan Perseroan terhadap keunggulan operasional, termasuk melalui penggunaan yang lebih efisien atas input utama seperti batubara, diesel, dan Marine Fuel Oil (MFO), serta pengelolaan beban SG&A dan biaya tetap lainnya secara disiplin. 

"Berbagai inisiatif efisiensi dan pengendalian biaya yang prudent ini terus memperkuat ketahanan serta fleksibilitas PT Vale dalam menghadapi dinamika pasar dan kondisi geopolitik yang terus berkembang," ujarnya.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement