Advertisement
Advertisement

Dari Bumi Pomalaa Menuju Jantung Baterai Dunia

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 31 Oktober 2026 |09:22 WIB
Dari Bumi Pomalaa Menuju Jantung Baterai Dunia
Dari Bumi Pomalaa Menuju Jantung Baterai Dunia (Foto: Fasilitas HPAL/Dokumentasi Vale)
A
A
A

Membangun Kemandirian dan Memperluas Ekonomi Lokal

Program SRI Organik merupakan bagian dari Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Vale Indonesia melalui IGP Pomalaa. Program ini mulai diinisiasi pada 2021 melalui survei dan asesmen untuk mengidentifikasi kondisi, potensi, serta tantangan pertanian di wilayah pemberdayaan.

Senior Manager Social Development Program Vale Indonesia Lalu Nofa Setiawan Putra menjelaskan bahwa ketika program dimulai, sebagian besar petani masih menggunakan metode pertanian konvensional.

Mereka menghadapi berbagai persoalan, mulai dari produktivitas yang cenderung menurun, keterbatasan pupuk, sulitnya memperoleh sarana produksi, hingga persoalan permodalan.

"Kami melihat banyak petani yang melakukan kegiatan usahanya dalam keadaan rugi, dan itu terus-menerus. Program ini kami aplikasikan untuk mendorong kemandirian para petani di area pemberdayaan," kata Lalu Nofa.

Pengembangan budi daya padi organik yang dimulai sejak 2021 ini menjadi bukti komitmen Vale Indonesia. Perusahaan tidak hanya berfokus pada hilirisasi nikel, tetapi juga menciptakan nilai tambah berbasis keberlanjutan bagi masyarakat lokal.

Program tersebut juga mendorong diversifikasi usaha melalui pengembangan tanaman herbal dan produk pertanian lainnya. Dengan demikian, sumber pendapatan petani tidak hanya bergantung pada satu komoditas.

Di tengah dominasi sektor pertambangan dalam perekonomian Kolaka, pengembangan pertanian menjadi salah satu upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang dirujuk dalam pengembangan program, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kolaka pada 2025 mencapai sekitar 6,9 persen. Sektor pertambangan menyumbang sekitar 53 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan pentingnya sektor pertambangan bagi perekonomian Kolaka. Namun, kondisi itu sekaligus menegaskan perlunya pengembangan sektor ekonomi lain agar sumber pertumbuhan daerah semakin beragam.

Sementara itu, MIND ID sebagai holding industri pertambangan Indonesia mengawal dan mendukung pengembangan proyek strategis IGP Pomalaa yang dikembangkan PT Vale sebagai bagian dari agenda hilirisasi mineral nasional.

Komisaris MIND ID Komjen Pol Muhammad Fadil Imran menyebut kehadiran kawasan industri di Kolaka dan proyek IGP Pomalaa telah menggerakkan berbagai usaha penunjang, mulai dari transportasi, kuliner, perhotelan, hingga pariwisata.

"Masyarakat sangat berterima kasih. Saya juga mendengarkan dari Pak Bupati bahwa dengan adanya kawasan industri dan kehadiran PT Vale memberikan dampak ikutannya, mulai dari bisnis truk, kuliner, wisata, hotel, dan sebagainya, termasuk penyerapan tenaga kerja," kata Fadil.

Di sisi lain, Ekonom CORE Indonesia Mohammad Faisal menilai rantai nilai kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan integrasi dari sektor hulu hingga pengolahan.

"Kalau di upstream kita sudah high maturity (tingkat kematangan tinggi), sementara di midstream dan downstream masih berkembang. Tapi ke depan ini bisa meningkat cepat, dan dampaknya terhadap perekonomian daerah juga akan semakin besar," ujarnya.

Ia mencontohkan Morowali dan Morowali Utara di Sulawesi Tengah yang mengalami perubahan struktur ekonomi dalam satu dekade terakhir, dengan semakin dominannya sektor industri pengolahan mineral.

Menurut Faisal, manfaat hilirisasi tidak cukup diukur dari peningkatan kapasitas produksi dan investasi, tetapi juga dari keterkaitan industri dengan tenaga kerja lokal, usaha daerah, serta keberlanjutan lingkungan.

Pandangan tersebut relevan bagi Pomalaa. Pembangunan industri perlu diikuti tumbuhnya usaha masyarakat, penyerapan tenaga kerja, dan penguatan sektor ekonomi lain.

Dari sisi ketenagakerjaan, Ridwan menyebut kebutuhan tenaga kerja fasilitas HPAL pada fase operasi diproyeksikan mencapai sekitar 4.000 hingga 6.000 orang.

Perusahaan mengacu pada komposisi tenaga kerja 70:30 sesuai ketentuan dan arahan pemerintah daerah, dengan prioritas memperbesar penyerapan tenaga kerja nasional, regional, dan lokal seiring berkurangnya kebutuhan tenaga kerja asing dari fase konstruksi menuju operasi.

Rencana tersebut membuka peluang bagi masyarakat sekitar. Namun, peningkatan kompetensi tetap diperlukan agar tenaga kerja lokal mampu mengisi posisi yang membutuhkan keterampilan teknis. Pelatihan vokasi, termasuk melalui Balai Latihan Kerja, menjadi salah satu instrumen untuk mempersiapkan kebutuhan tersebut.

Karena itu, manfaat ekonomi Pomalaa juga ditentukan oleh sejauh mana masyarakat dan pelaku usaha lokal dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan kawasan.

Pekerja Vale

 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement