Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Akhirnya, Rupiah Ditutup Menguat

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Selasa, 09 Februari 2010 |16:17 WIB
Akhirnya, Rupiah Ditutup Menguat
Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Setali tiga uang dengan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) sore ini, rupiah ditutup menguat karena penjualan dolar yang dilakukan oleh pihak asing.

Berdasarkan data dari yahoofinance, pada Selasa (9/2/2010), rupiah ditutup di level Rp9.377,5 per USD dibandingkan dengan perdagangan pagi tadi yang ditutup di kisaran Rp9.395 per USD. Sementara itu, berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah hari ini berada di level Rp9.388 per USD.

Menurut buletin Valbury Securities, dolar terkoreksi dari penguatannya terhadap mayoritas mata uang utama dunia, menyusul terhambatnya tekanan di bursa saham global dan komoditas. Namun demikian isu pesimistis dari kondisi defisit Eropa (Yunani, Portugal dan Spanyol) masih membayangi kondisi pasar Senin kemarin, dan masih akan memberikan support pada USD sebagai safe-haven currency.

Dolar yang pekan lalu bergerak euro ke level terkuatnya selama lebih dari delapan bulan, di 1,3583, Senin kemarin rebound hingga areal 1,3700. Koreksi dolar juga memberikan support pada harga komoditas, seperti emas yang penurunannya terhambat Senin kemarin.

Data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) menunjukkan bahwa posisi net long untuk USD melonjak ke level tertingginya selama sekira 11 bulan. Sementara posisi net-short euro melonjak ke level rekor tertingginya. Kondisi ini juga memicu konsolidasi di pasar  terhambatnya penguatan dolar dan pelemahan euro untuk jangka pendek. Demikian data yang dilansir oleh Barclays Capital dan Scotia Capital.

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement