Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antam Bagi Dividen Rp90/Saham

Yuni Astutik , Jurnalis-Kamis, 31 Mei 2012 |14:02 WIB
Antam Bagi Dividen Rp90/Saham
Logo Antam. (Foto: Antam)
A
A
A

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) akan membagikan dividen total sebesar Rp867,55 miliar untuk tahun buku 2011. Per saham, dividen itu akan dibagikan sebesar Rp90.

"Dividen 2011, 45 persen dari laba bersih perseroan atau Rp867,55 miliar. Rp90 per saham," kata Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis, saat paparan publik di Hotel JW Marriot, Jakarta, Kamis (31/5/2012).

Sebagai informasi, perusahaan pelat merah ini berhasil mencatatkan laba bersih tidak diaudit sebesar Rp1,91 triliun pada 2011, naik 13,5 persen jika dibandingkan laba bersih tahun 2010 sebesar Rp1,68 triliun.

Alwin mengatakan, pemerintah pada awalnya meminta pembagian dividen sebesar 50 persen. Namun, akhirnya pemegang saham menyepakati pembagian dividen sebesar 45 persen.

"Mengenai dividen 45 persen, kita usul 30 persen, pemerintah kan perlu dukungan APBN dari kegiatan-kegiatan kepada kita. Kelihatannya pemerintah betul-betul sangat butuh itu," katanya.

Dia beralasan, pembagian dividen yang diminta pemerintah dinilai berat, sebab Antam masih membutuhkan dana untuk membiayai kegiatan perseroan. Namun, akhirnya perseroan akan tetap berupaya mendapatkan dana dengan cara pinjaman baik dari bank-bank lokal maupun dari luar negeri.

"Bisa dalam negeri melakukan pinjaman kepada bank lokal dan BUMN, tentu ada ekspor kredit, kita sedang upayakan," katanya lagi.

Selain pembagian dividen, dalam RUPS juga menyetujui pengunduran diri empat dewan komisaris perseroan. Susunan Dewan Komisaris yang baru adalah R Sukhyar sebagai Komisaris Utama, Bambang PS Brojonegoro sebagai Komisaris, Zaelani sebagai Komisaris, Burhan Muhammad sebagai Komisaris, Hikmahanto Juwana sebagai Komisaris Independen dan Laode Masihu Kamaluddin sebagai Komisaris Independen.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement