Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEI Siap Ikuti Sistem Perdagangan Bursa Global

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Jum'at, 09 November 2012 |18:25 WIB
BEI Siap Ikuti Sistem Perdagangan Bursa Global
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

BALI - Rencana penerapan perdagangan saham lintas negara dinilai tidak memiliki kendala dalam sinergi sistem. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mensinergikan protokoler pertukaran data perdagangan antara Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan bursa efek lainnya.

Hal tersebut disampaikan Head of IT Business Solution Division BEI Yohanes Liauw, tidak terlalu sulit untuk mengikuti model sistem perdagangan bursa global, tetapi itu dibutuhkan protokoler pertukaran data yang disepakati oleh BEI dengan bursa negara lain.

"Dalam protokoler itu juga diatur tentang besaran satuan bunga dalam mata uang yang diterima oleh investor setiap akan bertransaksi perdagangan secara lintas negara," katanya di Bali, Jumat (9/11/2012).

Yohanes menambahkan, jika cara kepemilikan saham yang digunakan BEI sendiri saat ini masih bersifat satu arah dan berbeda dengan cara yang digunakan oleh bursa negara lain, di mana saham tersebut bisa dimiliki oleh pihak lain.

"Cara yang digunakan kita masih mutual dan berbeda dengan yang diterapkan oleh BEI dalam perizinan transaksi yang dilakukan investor dalam jumlah besar dan langsung," tambahnya.

Sebagai informasi, terdapat perbedaan yang diterapkan oleh bursa global dan bursa indonesia, yaitu aplikasi DMA. Bila di bursa negara lain, investor institusi yang memiliki sistem DMA dapat langsung melakukan transaksi tanpa melalui broker, maka hal tersebut tidak bisa dilakukan di bursa Indonesia. Semua transaksi, tak terkecuali DMA, harus melalui broker anggota bursa.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement