Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BPS Klaim Deflasi Tak Berarti Penurunan Daya Beli

Dedy Afrianto , Jurnalis-Senin, 02 Mei 2016 |14:48 WIB
BPS Klaim Deflasi Tak Berarti Penurunan Daya Beli
Ilustrasi : Okezone
A
A
A

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa sepanjang April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,45 persen. Deflasi ini merupakan salah satu yang tertinggi sejak tahun 2000 lalu dan merupakan yang kedua terjadi sepanjang tahun 2016.

Sebelumnya, ketika terjadi deflasi sebesar 0,09 persen pada Februari lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mengingatkan bahwa deflasi dapat menjadi lampu kuning bagi pemerintah. Pasalnya, hal ini mencerminkan menurunnya daya beli masyarakat yang menyebabkan menurunnya permintaan.

Lantas, apakah deflasi pada bulan ini mencerminkan penurunan daya beli masyarakat?

Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, deflasi yang terjadi sepanjang April 2016 justru tidak sepenuhnya menggambarkan penurunan daya beli masyarakat. Deflasi justru terjadi akibat panen raya yang berdampak pada lebih besarnya penawaran dibandingkan permintaan barang kebutuhan pokok.

[Baca juga: Impor Nonmigas Tumbuh, IHPB Naik 0,67%]

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement