JAKARTA - Rencana pembelian kembali (buyback) saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dinilai hanya untuk menjaga volatilitas saham. Yakni agar saham TLKM tidak jatuh terus.
Analis pasar modal Edwin Sebayang menuturkan hal tersebut juga sama sekali tidak ada hubungannya dengan kinerja perusahaan. Karena seperti yang diketahui, kinerja Telkom pada kuartal I tidak banyak yang berubah.
"Ini tidak ada pengaruh dengan performance, fundamental perusahaan. Kalau saya lihat, buyback tidak ada kaitannya dengan kinerja. Menurut saya, kinerja Telkom kuartal pertama kelihatannya tidak banyak berubah," jelasnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/4/2011).
Lebih jauh dirinya menjelaskan, jika saham telekomunikasi saat ini memang tidak banyak peminatnya. Investor lebih memilih saham di sektor pertambangan. Sehingga, dia melanjutkan alasan tersebutlah yang membuat Telkom memilih untuk melakukan buyback saham.
"Saat ini saham telekomunikasi tidak banyak diminati, karena ROE dan EPS-nya, investor lebih memilih saham pertambangan. Karena itu Telkom memilih buyback. Itu juga strategi mereka untuk menaikkan harga saham. Yang penting saat ini adalah memperbaiki kinerja Telkom, bukan jangka waktunya," terangnya.
Terakhir, dirinya memprediksikan jika saham Telkom saat ini sekitar Rp8.500. Namun hal tersebut masih harus dilihat dari sisi kinerja 2010 yang menurutnya tidak bisa dibanggakan. "Saya pribadi mungkin saat ini, harga sekitar Rp8.500an. Tapi saya mesti lihat kuartal pertama hasilnya seperti apa. Kinerja 2010 tidak ada yang bisa dibanggakan," pungkasnya.
(Widi Agustian)