Sekteraris Kabinet Pramono Anung menjelaskan, pada dasarnya Presiden Jokowi tidak pernah menargetkan proyek pembangkit listrik 35 ribu mw dibangun dalam lima tahun. Dirinya berkilah, 35 ribu mw adalah kebutuhan listrik yang harus dipenuhi dalam lima tahun.
"Jadi sebenarnya, Presiden tidak pernah menargetkan 35 ribu mw, itu kebutuhan kita mendasar supaya kebutuhan listrik di Indonesia itu bisa terpenuhi dengan baik," jelas Pramono di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2015).
Pramono pun berkilah proyek 35 ribu mw yang ada dalam rancangan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) merupakan angka kebutuhan listrik yang harus dipenuhi. Padahal, Jokowi selama ini menyebutkan, proyek pembangkit listrik 35 ribu mw adalah target yang harus dipenuhi dalam lima tahun. Target tersebut pun tidak akan direvisi.
"Sekali lagi, 35 ribu mw itu bukan target di RPJMN, itu kan kebutuhan. Ada kebutuhan segitu," sambungnya.