Marwan menjelaskan MEA sebenarnya memberikan keuntungan besar bagi masyarakat, hanya saja perlu sejumlah persyaratan untuk ikut di ajang tersebut.
"Saya punya rekan kerja di Singapura, dia punya perusahaan konstruksi, namun bahan bangunan untuk konstruksi seperti batu bata dibeli di Batam. Dari sana bisa kita lihat, bahkan pengusaha mikro saja bisa berpartisipasi," kata dia.
Peluang seperti itu hendaknya segera dimanfaatkan masyarakat agar pengusaha rumahan maupun usaha mikro kecil dan menengah juga bisa bersaing di MEA.
"Bayangkan keuntungannya, seperti masyarakat kita yang memiliki usaha batu bata bisa memenuhi kebutuhan untuk negara lain," ucapnya.
Syarat untuk ikut bersaing di ajang MEA, kata dia, yakni produksi usaha harus memenuhi standar kuantitas dan kualitas, serta keberlangsungan hasil produksi menjadi salah satu poin penting.