JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang April 2016 terjadi deflasi sebesar 0,45 persen. Deflasi ini pun menjadi salah satu yang terendah sejak tahun 2000.
Namun, penurunan berbagai harga kebutuhan pokok ini tidak diikuti oleh penurunan harga bawang. Hingga April 2016, harga bawang merah masih menjadi ancaman bagi pemerintah.
[Baca juga: Bensin hingga Tarif Angkutan Sumbang Deflasi April]
"Meskipun terjadi deflasi tapi ada faktor penghambat seperti bawang merah dan bawang putih," kata Kepala BPS Suryamin dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (1/5/2016).
Berdasarkan data BPS, berikut adalah faktor penghambat deflasi sepanjang April 2016:
1. Bawang Merah
Perubahan harga month to month: 7,05 persen
Andil terhadap inflasi: 0,05 persen
Bobot terhadap inflasi: 0,71 persen
Inflasi di 74 kota IHK
2. Tomat Sayur
Perubahan harga month to month: 23,53 persen
Andil terhadap inflasi: 0,04 persen
Bobot terhadap inflasi: 0,24 persen
Inflasi di 55 kota IHK
3. Tomat Buah
Perubahan harga month to month: 22,27 persen
Andil Terhadap Inflasi: 0,02 persen
Bobot terhadap inflasi: 0,09 persen
Inflasi di 41 kota IHK
4. Bawang Putih
Perubahan harga month to month: 6,55 persen
Andil terhadap inflasi: 0,02 persen
Bobot terhadap inflasi: 0,31 persen
Inflasi di 72 kota IHK
(Raisa Adila)