JAKARTA - Pasar perkantoran di area Central Business District (CBD) Jakarta masih mengalami tekanan. Hal itu tampak dari tingkat kekosongan atau vacancy yang terjadi mengalami peningkatan dari 11 persen menjadi 14 persen.
Seiring dengan itu banyak pengelola gedung perkantoran menurunkan harga, terutama perkantoran yang memiliki Grade A. (Baca juga: Penyerapan Ruang Kantor di Semester I Kurang dari 30 %)
Menurut Director Head of Research & Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus, harga ruang perkantoran Grade A menjadi paling rendah di antara jenis yang lainnya.
"Yang mungkin berpotensi lebih rendah terjadi di perkantoran Grade A, sementara Premium akan lebih baik karena pasokan premium untuk 2017 tidak terlalu banyak," kata Anton di Jakarta, Rabu (24/8/2016).
Anton menerangkan, penurunan harga itu dikarenakan banyaknya jumlah pasokan yang akan masuk ke pasar hingga 2018. Hingga akhir tahun ini saja pasokan yang akan masuk diperkirakan mencapai 500.000 meter persegi. (Baca juga: Pasar Sewa Perkantoran Jakarta Turun Paling Signifikan di Asia Pasifik)
"Sampai 2019 harga sewa yang ada kemungkinan masih tetap lebih tinggi dari periode sebelumnya, Rp300 ribuan per meter persegi per bulan di area CBD," kata dia.
(Rizkie Fauzian)