JAKARTA - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan, pada dasarnya pasar modal merupakan alternatif untuk mendapatkan permodalan bagi seluruh perusahaan. Namun masih banyak dari para pengusaha yang belum menangkap kesempatan tersebut.
Tito mengatakan, sudah banyak contoh dari perusahaan terbuka atau go public yang justru semakin berkembang ketika memperoleh permodalan dari pasar modal.
"Dulu kalau punya bisnis gado-gado butuh modal Rp100 ribu bisa pinjam ke teman, tapi ketika butuhnya Rp200 miliar ya pergi ke publik, itu go public," terangnya dalam seminar Financial Literacy Day yang diselenggarakan BPC HIPMI di Energy Building, Jakarta, Selasa (4/10/2016).
Namun, menurut pandangan Tito, saat ini masih banyak para pengusaha yang menunggu perusahaannya besar, baru mendaftarkan perusahaannya di pasar modal. Menurutnya, itu merupakan kesalahan terbesar.
"Ada bahkan beberapa konglomerat bilang, 'Saya akan go public kalau sudah besar.’ Itu kesalahan besar, coba lihat Jack Ma, lihat Hary Tanoe, mereka bisa jadi pengusaha besar karena go public," imbuhnya.