Pembangunan Hunian dekat Sarana Transportasi Semakin Marak

Koran SINDO, Jurnalis
Rabu 01 Februari 2017 10:38 WIB
Ilustrasi TOD (Foto: footage123)
Share :

Sementara itu, Ketua Umum REI DKI Jakarta Amran Nukman mengatakan, REI DKI Jakarta mendukung program Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan transportasi massal berkonsep TOD. “Kami akan datangkan tenaga ahlinya agar bisa berkontribusi terhadap pembangunan Jakarta. REI DKI Jakarta siap duduk bersama dan menyelesaikan masalah ini. Sebab, selama ini kebijakan Pemprov DKI Jakarta tidak selamanya lancar saat diterapkan di lapangan. Adanya dorongan dari REI, diharapkan perkembangan dan konsep TOD bisa lebih baik,” tuturnya.

Principal Ray White Summarecon Bekasi Herry Tan mengungkapkan, perkembangan properti tahun lalu memang condong mengarah ke area timur, seperti Kota Bekasi dan Cikarang. LRT memang menjadi salah satu alasan yang cukup kuat untuk konsumen memantapkan pilihan untuk memiliki hunian. “Hampir 40% pencari rumah datang ke Bekasi karena tertarik dengan adanya LRT. Ditambah, faktor lain yakni harga yang lebih terjangkau, terpaut cukup jauh dengan harga rumah di Jakarta,” tukasnya.

Indonesia Property Watch (IPW) menilai hunian transit oriented development (TOD) paling diminati pada masa mendatang. Apalagi, hunian yang umumnya berupa apartemen itu kini menjadi incaran pasangan muda. “Pasar apartemen saat ini bergeser kepada pasangan muda dari segmen menengah dengan harga berkisar Rp300 juta-Rp500 juta per unit yang selama ini luput digarap pengembang,” ujar Direktur Eksekutif IPW Ali Tranghanda.

(dhe)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya