JAKARTA – Pemerintah akan menerbitkan Obligasi Negara Ritel(ORI)seri ORI014. Penerbitan ini seiring dengan momentum bullish pasar Surat Berharga Negara (SBN). Seiring bergairahnya pasar surat berharga, demand setiap lelang penerbitan SBN selalu tinggi karena partisipasi investor institusi. Hal itu seiring dengan peringkat layak investasi (investment grade) yang direkomendasikan tiga rating agency terbesar dunia.
Momentum ini meyakinkan pemerintah untuk dapat mengamankan pembiayaan APBN tahun ini melalui penerbitan SBN. Pemerintah juga memanfaatkan momentum penerbitan ORI sebagai salah satu strategi dalam rangka perluasan dan penguatan basis investor dalam negeri dan mendukung ekonomi kreatif.
Saat ini outstanding SBN ritel sebesar Rp135,8 triliun atau hanya 2,7% dari total Dana Pihak Ketiga di perbankan. Porsi outstanding yang kecil memperlihatkan bahwa potensi masyarakat untuk berinvestasi di SBN masih sangat besar. Pada sisi lain, sebagian masyarakat yang sudah melek investasi membutuhkan alternatif instrumen investasi yang relatif aman dengan berisiko rendah. Instrumen ORI bisa menjadi alternatif investasi bisa dipilih.
Baca Juga: Wihh.. Jumlah Investor Aktif di BEI Naik 20%
Seiring pasar surat utang yang bullish, investor yang ingin meraih keuntungan jangka pendek punya kesempatan bertransaksi di pasar sekunder. Terutama ketika mencapai harganya premium atau di atas 100%. Jika melihat data ORI013, terdapat sekitar 49,8%ORI yang masih dipegang investor individu. Artinya, sudah ada 50,2% dari total ORI013 yang diterbitkan tahun lalu sudah ditransaksikan investor untuk mendapatkan capital gain. Meski demikian, porsi 49,8% ORI di tangan investor merupakan angka yang relatif tinggi, atau sudah mengalami kenaikan cukup tinggi dari rata-ratanya tahun sebelumnya sekitar 36%.