JAKARTA - Tim elektronifikasi pembayaran tol memastikan penerapan bayar tol nontunai akan sesuai rencana yakni 31 Oktober 2017. Semua pihak terkait mulai dari kementerian atau lembaga hingga pengurus jalan tol sudah menyatakan kesiapan.
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, langkah ini diambil sesuai dengan arahan Presiden Jokowi agar antrian di gerbang tol bisa dihilangkan. Oleh sebab itu dilakukan lah pembayaran tol menggunakan uang elektronik.
"Semua transaksi dilakukan dengan aplikasi-aplikasi sensorik yang langsung dihubungkan dengan akun bank. Tolong yang dilihat ini sekadar dari tunai ke nontunai. Persiapannya sudah panjang. Namun hari ini kami cek, dan ambil kesimpulan bahwa target 100% elektronifikasi jalan tol di akhir Oktober 2017 akan dapat dicapai," ungkap Darmin di Gedung Kemenko, Jakarta, Jumat (6/10/2017) malam.
Baca Juga: Jika Masih Macet, Bayar Tol Wajib Nontunai Bakal Dibatalkan?
Menurut Darmin, penggunaan nontunai ini juga agar Indonesia lebih maju sama seperti negara lain yang juga sudah menerapkan. Dirinya tidak ingin jika hanya sekedar peralihan dari tunai ke nontunai tapi tidak ada kemajuan sama sekali.
Selain itu, di 2018 tim elektronifikasi juga menargetkan perubahan terbaru yakni mobil dari jauh bisa tersensor dan bisa tap dari jauh.
"Kami akan maju lebih jauh. Kalau sekadar elektronifikasi tidak berarti. Di Desember 2018 targetnya orang dengan kecepatan 60 km-80 km per jam pun dia bisa lewat. Itu berarti sensor lebih baik. Jangan sampai orang sudah lari 80 km enggak buka dia, nabrak. Tapi perlu ada yang bisa merekam atau memotret paling tidak nomor plat mobilnya. Nanti dia sudah patah palangnya, dia main pergi saja," jelasnya.
Baca Juga: Dorong Sosialisasi E-Money Lebih Agresif, OJK: Jangan Sampai Konsumen Kesulitan Dapat Kartu
Lanjut Darmin itu adalah target yang sudah disusun oleh timnya, sehingga nantinya tol tidak di sebut jadi penambah kemacetan tapi justru solusi dari kemacetan.
"Itu garis besar, sehingga akhir 2018 kita sudah mesti sama dengan negara-negara lain yang sudah lebih dulu lakukan hal seperti ini. Maka pintu tol bukan bagian dari penambahan kemacetan tapi bagian solusi kemacetan," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)