JAKARTA - Geliat transaksi saham di pasar modal seiring dengan pesatnya pertumbuhan investor dan jumlah emiten, menjadi keyakinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa target pendanaan atau fund rising dari pasar modal bisa tembus di atas Rp250 triliun sampai akhir 2018.
“Pendanan pasar modal ini berasal dari penawaran umum perdana saham (IPO), penerbitan surat utang, dan rights issue.”Diharapkan pendanaan dari pasar modal tahun ini bisa lebih marak dari tahun lalu," kata Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner OJK di Jakarta.
Seiring dengan edukasi yang lebih masif, diharapkan pengusaha bisa lebih tepat untuk memilih instrumen dari pasar modal yang sesuai untuk ekspansi usaha. Apalagi saat ini, pasar modal di Indonesia cukup likuid dan volatilitasnya juga cukup terkendali. Sebagai gambaran saja sampai akhir 2017 lalu, OJK mencatat jumlah pendanaan dari pasar modal mencapai Rp254,5 triliun.
OJK mencatat ada beberapa faktor yang mendorong pembiayaan dari pasar modal. Di antaranya optimisme bahwa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak pada 2018 akan berlangsung aman, mengingat bangsa Indonesia sudah terbiasa menggelar pesta demokrasi secara tertib, damai, dan demokratis. Selain itu, pasar punya keyakinan yang kuat bahwa pertumbuhan ekonomi domestik di tahun politik bakal lebih baik sejalan dengan mulai pulihnya perekonomian global.