JAKARTA - Pakar Geoteknik dan Manajemen Konstruksi Universitas Indonesia (UI) Budi Susilo Soepandji, menyatakan bahwa pemulihan kota Palu Sulawesi Tengah (Sulteng), pasca gempa 7 skala richter dan tsunami tidak bisa dilakukan dalam waktu satu tahun.
"Menurut saya enggak cukup satu tahun pemulihan Palu pasti lebih, karena harus adanya penataan pada pemukiman dan psikologis sosial yang harus dibenahi, saya pikir lebih dari 1 tahun," kata Budi di Jakarta, Senin (8/10/2018).
Baca Juga: Gempa Donggala, Jusuf Kalla: Apa yang Dibutuhkan, Pemerintah Akan Siapkan
Dia menjelaskan bahwa, gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan Palu itu sangat berbeda. Maka itu untuk bantuan Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) di kota Palu dan sekitarnya, itu sangat kurang. Sebab tekstur tanah antara Lombok NTB dengan Palu sangat berbeda.
"Gempanya sangat berbeda. Indonesia itu sangat Bhinneka Tunggal Ika. Jadi gempa Lombok dan Palu itu sangat berbeda," jelasnya.