3. Perhatikan tetangga Anda
Dalam bisnis rumahan, konsumen terdekat adalah tetangga kita. Rangkul mereka terlebih dahulu sebelum memulai usaha yang akan Anda jalankan.
Gunakan wadah yang sudah ada seperti pengajian ibu-ibu, arisan RT, atau wadah pertemuan orangtua murid. Sebagai langkah awal, tanyakan apa yang mereka sukai, barang-barang yang sering dibeli, setelah Anda mengetahui, Anda bisa mencoba menjajakan barang yang Anda jual dengan harga promosi.
4. Pentingnya survei pasar
Bisnis sebaiknya dimulai dari hal yang kita gemari. Namun, tak ada salahnya kalau kita memulai dengan melihat kebutuhan lingkungan sekitar. Sebagai langkah awal, lakukan saja bisnis yang sudah ada. Setelah itu, cari cara dan inovasi untuk merangkul pasar lain.
Manfaatkan komunitas yang Anda miliki. Mula-mula perkenalkan salah satu produk Anda di arisan ibu-ibu RT/RW. Lihat respon mereka. Kalau responnya positif, berarti Anda sudah bisa memulai bisnis dengan lancar. Namun jika negatif, terbukalah terhadap kritik.
(Dyah Ratna Meta Novia)