JAKARTA - Perkembangan teknologi digital yang begitu masif membuat konsumen ingin pelayanan yang lebih cepat dan nyaman dalam semua elemen. Termasuk juga dalam hal jual beli maupun pembayaran.
Hal ini pun dibaca oleh para perusahaan teknologi untuk bersaing menyediakan pelayanan yang lebih cepat dan nyaman bagi konsumennya. Misalnya dalam hal pembayaran yang memastikan para konsumen bisa melakukannya dengan cepat tanpa khawatir mengganggu bisnisnya.
Baca juga: Keuntungan Ekonomi Digital, Investor Asing Bisa Serbu Indonesia
Kini pembayaran lewat digital pun semakin berkembang pesat. Para penggunanya pun terus tumbuh, dan perusahaan penyedia jasanya pun sudah semakin tumbuh pesat dan mulai menjamur keberadaannya.
Lantas apa saja sih yang membuat pembayaran digital berkembang pesat ? Mengutip dari halaman Business Insider, Jakarta, Jumat (24/7/2020), ada 5 faktor yang membuat pembayaran digital tumbuh dan berkembang begitu cepat, berikut daftarnya:
1. Perusahaan Teknologi
Perkembangan pembayaran digital ini tidak terlepas dari bermunculannya perusahaan teknologi. Wajar saja, perusahaan teknologi tentunya tergiur akan potensi pendapatan yang begitu besar.
Baca juga: Digitalisasi, OJK Yakin Nasabah Tak Mau Lagi ke Kantor Cabang
Di Amerika Serikat saja, perusahaan teknologi raksasa bisa meraup 40% dari USD1,35 triliun yang berhasil didapatkan dari bank-bank konvensional di AS. Hal tersebut dirasa wajar karena pasarnya yang cukup tinggi.
Sebagai salah satu contohnya adalah pelanggan Amazon Prime yang 90%nya merupakan pelanggan rumah tangga dengan pendapatan USD112 ribu bahkan lebih. Sepertiga dari pelanggan utama sudah menggunakan metode pembayaran digital milik amazon.
2. Generasi Z
Faktor lainnya adalah Generasi Z. Mengingat, sebagian besar Generasi Z ini merupakan pasar dari bisnis digital mengingat hampir mayoritas sudah melek teknologi.
Baca juga: Sistem Pembayaran Moda Transportasi Terintegrasi Bukti Indonesia Bukan Bangsa Wacana
Ada 68 juta Generasi Z di Amerika Serikat yang berkontribusi hingga USD143 juta pada daya beli. Bahkan, 93% orang tua dari Generasi Z yang mengatakan anak-anak mereka sangat mempengaruhi pengeluaran rumah tangga mereka.
Bahkan lebih dari setengah generasi Z sudah menggunakan dompet digital setidaknya sebulan sekali untuk belanja.