Wibisono menambahkan, pada semester I-2020 tercatat kenaikan signifikan pada cashflow operasi PT Timah menjadi Rp3,17 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar minus Rp3,33 triliun.
"Membaiknya cashflow operasi merupakan indikator sehatnya finansial emiten, sehingga TINS mampu membayar sebagian kewajiban jangka pendeknya. Posisi utang bank jangka pendek mampu turun 37% menjadi Rp5,56 triliun," kata dia.
Pada kinerja operasi semester I-2020, PT Timah mencatat produksi bijih timah sebesar 24.990 ton atau turun 47,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 47.423 ton. Adapun produksi logam turun 26,2% menjadi 27.833 ton, serta penjualan logam turun 0,3% menjadi 31.508 ton.
Dalam kurun waktu tersebut perseroan mencatatkan ekspor timah sebesar 98,3% dengan lima negara tujuan ekspor terbesar di antaranya Singapura sebesar 17,9%; Korea 16,2%; China 14,8%; Amerika Serikat 11,2% dan India 11,2%. Total kontribusi ekspor timah ke lima negara tersebut mencapai 71,3%.
(Dani Jumadil Akhir)