JAKARTA - Indonesia hampir dipastikan akan masuk resesi ekonomi setelah kuartal II pertumbuhan ekonomi bergerak -5,32%. Hal ini diprediksi akan tetap bergerak negatif seiring pertumbuhan ekonomi tanah air pada kuartal III-2020.
"Ke depannya perekonomian Indonesia akan bergantung pada penemuan vaksin dan bagaimana pemerintah dapat menyediakannya bagi masyarakat," ungkap VP Economist Bank Permata Josua Pardede, Minggu (4/10/2020).
Dirinya mengatakan, salah satu skenario terbaik adalah ditemukannya vaksin yang efektif sebelum 2020 berakhir sehingga pengadaan dan distribusi vaksin dapat terimplementasi pada kuartal I-2021, yang kemudian akan mendorong pemulihan ekonomi di kuartal II-2021, dengan asumsi vaksin dapat terdistribusi merata di daerah-daerah prioritas. Dengan skenario ini, konsolidasi pemulihan perekonomian dapat mulai terjadi pada 2021-2022.
Josua menyebut, skenario ini akan mengakibatkan pemulihan perekonomian yakni pertumbuhan ekonomi akan kembali pada trajectory (lintasan) awal di mana pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% baru akan tercapai di tahun 2023-2024.
Baca Selengkapnya: Nasib Ekonomi RI Bergantung Penemuan Vaksin Covid-19
(Kurniasih Miftakhul Jannah)