Novie mengharapkan dengan diberikannya stimulus kepada penumpang, maka dapat berdampak kepada kelangsungan bisnis maskakapai. Pasalnya, stimulus tersebut membuat harga tiket pesawat akan lebih murah dan akan meningkatkan pengguna pesawat terbang
“Stimulus ini harapan kami untuk penerbangan domestik tetap survive dan load factor dipertahankan dengan harga yang agak ini (murah) masyarakat terstimulasi dan otomatis maskapai mendapatkan keuangan lebih baik,” jelasnya.
Novie mengatakan, anggaran untuk subsidi pemotongan PSC di 13 bandara sebesar Rp255,19 miliar dan biaya kalibrasi sebesar Rp38,81 miliar. Dari subsidi atau insentif tak langsung yang diberikan kepada maskapai tersebut bisa terserap seluruhnya.
“Terbukti load factor pada akhir 2020 sampai 60% performa penerbangan kita. Untuk Januari dan Februari ini kembali turun tapi kami akan upayakan lagi ada stimulus,” kata Novie.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)