JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) melakukan transformasi bisnis, restrukturisasi keuangan hingga divestasi saham jalan tol yang dimiliki, sebagai respons kinerja 2020 yang tertekan akibat pandemi. Perseroan optimis langkah-langkah tersebut dapat mendongkrak kinerja perusahaan di sepanjang 2021 dan ke depannya.
Menurut Analis Binaartha Sekuritas, M Nafan Aji Gusta Utama, komitmen Waskita dalam melakukan transformasi dan restrukturisasi kreditnya sebagai hal yang positif dan cukup menunjukan sebuah prospek yang baik.
"Bagus (prospek saham WSKT), WSKT berkomitmen dalam melaksanakan restrukturisasi kredit, WSKT berkomitmen dalam menyelesaikan proyek-proyek tol strategis," kata Nafan.
Baca Juga: Apa Kabar Proyek DDT Manggarai-Jatinegara?
Nafan menyoroti langkah divestasi tol yang dilakukan Waskita. Menurutnya divestasi saat ini masih terus berproses.
"Negosisasi dalam hal divestasi tol masih berlangsung secara progresif," pungkas Nafan.
Seperti diketahui, Waskita melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road (“WTR”) pada 5 Maret lalu telah menandatangani 2 Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PPJB) dalam rangka divestasi jalan tol. Total nilai atas 2 transaksi tersebut mencapai Rp 2,3 triliun.
Baca Juga: Jual Saham Tol Rp824 Miliar, Waskita: Peluang Investasi RI Tak Terhitung
Pertama, WTR telah menandatangani PPJB untuk divestasi 20% dari total 40% kepemilikan saham pada PT Jasamarga Semarang Batang, pengelola jalan tol Semarang – Batang.
Kedua, WTR juga menandatangani PPJB untuk divestasi 30% saham pada PT Jasa Marga Kualanamu Tol, pengelola jalan tol Medan – Kualanamu – Tebing Tinggi, dengan nilai transaksi sebesar Rp 824 Miliar. Investor untuk transaksi divestasi tersebut adalah Kings Ring Ltd.
Finalisasi atas kedua transaksi tersebut ditargetkan untuk dapat segera dilaksanakan setelah seluruh administrasi dan legalitas telah dilengkapi.