"Para peternak juga akan dibantu pemerintah. Kita melalui Bulog akan bantu peternak dapat jagung hingga 30 ribu ton," sambungnya.
Oke menambahkan, adapun penyebab permintaan telur ayam ras diakibatkan karena adanya pelonggaran aktivitas masyarakat, terlebih saat Natal 2021 dan menjelang Tahun Baru 2022.
Selain itu, pada saat PPKM Darurat harga telur ayam juga pernah menyentuh Rp14.000/kg, sehingga membuat harga terkontraksi hingga 4 bulan.
"Adanya pelonggaran PPKM saat Nataru juga mendorong tingginya permintaan. Apalagi nanti akan ada bansos pemerintah, sehingga menggenjot sentral-sentral produksi kesulitan memenuhi permintaan karena sempat mengalami depopulasi," tandasnya.
(Taufik Fajar)