Alhasil laba kotor yang diraih menjadi Rp17,64 miliar, lebih rendah dari periode sama tahun lalu di angka Rp20,52 miliar.
Kendati demikian, CSMI mampu memangkas beban penjualan-distribusi, dan biaya umum-administrasi masing-masing sebanyak 30,02%, dan 31,74%.
Kinerja paruh pertama tahun ini membuat rugi per saham dasar perseroan menyusut menjadi Rp4,02, dari sebelumnya Rp12,84.
Dari sisi neraca per akhir Juni 2022, CSMI membukukan nilai aset sebanyak Rp95,79 miliar, lebih rendah 6,03% dari akhir 2021 senilai Rp101,94 miliar.
Kewajiban pembayaran/liabilitas berkurang 3,49% menjadi Rp79,28 miliar, demikian juga modal/ekuitas yang turun 16,57% dari akhir 2021 menjadi Rp19,78 miliar.
(Zuhirna Wulan Dilla)