Bumi Resources (BUMI) Dapat Restu (Private Placement) Rp24 Triliun, Salim Group Resmi Masuk

Agregasi Harian Neraca, Jurnalis
Rabu 12 Oktober 2022 12:43 WIB
Ilustrasi saham. (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menyetujui untuk melakukan private placement Rp24 triliun dari para pemegang saham.

Dikutip Harian Neraca, keputusan ini diambil dari hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), di mana dalam rapat itu sebanyak 96,3% pemegang saham menyetujui rencana private placement dengan menerbitkan sebanyak 200 miliar saham baru dengan harga Rp 120 per saham.

Dalam aksi yang masuk sebagai investor baru pada perseroan, yakni Mach Energy (Hongkong) Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL).

 BACA JUGA:Axiata Investments Beli Saham Link Net Rp4,42 Triliun

Susunan pemegang saham MEL adalah PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak dalam pengendalian oleh Grup Bakrie, Clover Wide Limited dengan kepemilikan saham sebesar 15%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito, dan Mach Energy (Singapore) Pte Ltd (MEPL) dengan kepemilikan saham sebesar 42,5%, merupakan pihak yang dikendalikan oleh Anthoni Salim.

MEPL merupakan perusahaan yang tergabung dalam kelompok usaha Salim.

Kemudian, Bakrie Capital indonesia (BCI) maupun MEPL akan menjadi pengendali dari MEL yang dilakukan oleh BCI dan MEPL. MEL bakal mengambill 85% dari 200 miliar saham baru yang diterbitkan oleh BUMI dan sisanya diserap oleh TGIL sebanyak 15%.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI, Dileep Srivastava, Bumi Resources mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk private placement senilai US$ 1,6 miliar atau Rp 24 triliun.

Bumi akan menerbitkan hingga 200 miliar saham baru dalam private placement, di mana hasilnya akan digunakan untuk membayar utang,” ucapnya.

Sebelumnya Mach Energy Hongkong Limited dan Treasure Global Invesment Limited telah menyiapkan dana sebesar Rp11,7 triliun untuk menyerap sebagian dari 24 miliar saham baru seri C yang diterbitkan BUMI dengan harga pelaksanaan Rp120 per lembar.

Sehingga dalam aksi korporasi BUMI ini, pemegang saham MEL dan TGIL akan melakukan penyetoran modal kepada BUMI. Dampaknya, kepemiilikan grup Bakrie akan meningkat menjadi 28,3% dari saat ini hanya 7,36%.

Nantinya, setelah PMTHMETD, kelompok usaha Bakrie dan kelompok usaha Salim akan bersama-sama mengendalikan perseroan.

Rencananya, dana setoran pemodal kakap itu untuk membayar kewajiban utang PKPU senilai USD1,559 miliar dan sebesar USD24,564 juta untuk tambahan modal kerja.

Dengan pembayaran PKPU itu, maka sisa kewajiban BUMI mencapai USD2,01 miliar. Sehingga rasio kewajiban terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio – DER) Perseroan akan membaik dimana DER per 30 Juni 2022 yang sebelumnya 4,0x menjadi 0,8x. Sementara rasio total kewajiban terhadap total aset (total debt-to-total aset ratio – DTA) Perseroan akan membaik, dimana DTA per 30 Juni 2022 yang sebelumnya 80,1% menjadi 45,8%.

(Zuhirna Wulan Dilla)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya