JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan bahwa jumlah simpanan nasabah di bank umum dan bank perkreditan rakyat (BPR) mencapai Rp8.356 triliun pada 2022 atau naik 8,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
"Nilai simpanan pada bank terus mengalami peningkatan. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap terjaga," kata Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa dikutip Antara dipantau di Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Total simpanan tersebut terdiri dari simpanan nasabah di bank umum sebanyak Rp8.203 triliun dan di BPR sebanyak Rp153 triliun.
Sementara, jumlah simpanan nasabah di bank umum dan BPR pada 2021 sebanyak Rp7.686 triliun, dengan rincian Rp7.546,3 triliun di bank umum dan Rp139,7 triliun di BPR.
Purbaya mengatakan total simpanan nasabah tersebut sama dengan lebih dari dua kali lipat belanja pemerintah tahun 2023 yang sekitar Rp3 ribu triliun.
"Ini menunjukkan kalau kita bisa memutar dana ini dengan baik harusnya sumber pembiayaan untuk pembangunan ekonomi amat banyak bukan hanya dari pemerintah saja," ujarnya.