Akan tetapi, Bank BTPN mencatatkan penurunan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) 24 bps menjadi 3,92% per kuartal I 2023.
Bank BTPN juga mencatatkan peningkatan rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) 175 bps menjadi 82,73%. Semakin besar BOPO menunjukkan semakin tidak efisiennya perbankan dalam menjalankan usahanya.
Pada sisi intermediasi, BTPN telah menyalurkan kredit Rp149,89 triliun pada kuartal I 2023, naik 5,98% yoy.
Aset konsolidasi pun naik 6,02% menjadi Rp203,99 triliun. Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) gross Bank BTPN menurun dari 1,32% pada kuartal I 2022 menjadi 1,24% pada kuartal I 2023.
Namun, NPL net bank naik dari 0,35% pada kuartal I 2022 menjadi 0,45% pada kuartal I 2023.
Dari sisi pendanaan, Bank BTPN mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp116,35 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini, naik 9,03% yoy.
Dana murah atau current account savings account (CASA) BTPN juga naik 6,89% yoy menjadi Rp39,55 triliun. Porsi dana murah terhadap DPK di Bank BTPN menjadi 33,99%.
(Zuhirna Wulan Dilla)