Namun demikian, terdapat kenaikan dari sisi ongkos penualan dan distribusi mencapai Rp8,24 triliun, juga peningkatan beban umum administrasi senilai Rp3,81 triliun, demikian terungkap dalam laporan keuangan, Selasa (31/10/2023).
Beban keuangan yang melandai disertai penghasilan keuangan Rp1,12 triliun mendorong laba sebelum pajak INDF tumbuh di angka Rp12,81 triliun, dari tahun lalu Rp9,6 triliun.
Neraca keuangan INDF akhir September 2023 menunjukkan peningkatan aset 4,64 persen year-to-date (ytd) menjadi Rp188,80 triliun. Kewajiban utang (liabilitas) meningkat 3,01 persen ytd di level Rp89,42 triliun, sedangkan modal bersih (ekuitas) tumbuh menjadi Rp99,37 triliun.
(Taufik Fajar)