Selain PKH, bantuan pangan nontunai (BPNT) juga disalurkan dengan frekuensi bulanan, biasanya pada tanggal 25 setiap bulannya. Masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat dapat memastikan status mereka melalui situs resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
2. Anggaran Pensiun Capai Rp149,2 Triliun
Selain bantuan untuk masyarakat kurang mampu, pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan para pensiunan. Pemerintah telah mengeluarkan Rp149,2 triliun untuk manfaat pensiun hingga tahun ini, meningkat sebesar 16,8% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan ini seiring dengan kenaikan gaji dan manfaat pensiun, termasuk pembayaran gaji dan pensiun ke-13 yang diberikan kepada pegawai negeri dan pensiunan.
3. Pembayaran Subsidi
Dalam upaya menjaga kestabilan harga energi, pemerintah telah mengeluarkan Rp327 triliun untuk subsidi dan kompensasi. Rincian dari jumlah tersebut antara lain Subsidi energi sebesar Rp139,6 triliun, Subsidi non-energi: Rp72 triliun dan pembayaran kompensasi: Rp115,1 triliun.
Dana ini bertujuan untuk menjaga harga listrik dan bahan bakar minyak (BBM) agar tetap terkendali. Langkah ini diambil untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat dan menjaga daya beli.
4. Ribuan Paket Bansos
Di samping bantuan yang bersifat tunai dan berskala nasional, program bantuan sosial juga menyasar daerah tertentu dalam bentuk bantuan langsung. Ketua Umum Bhayangkari, Juliati Sigit Prabowo, menyalurkan ribuan paket bansos untuk warga dan anak-anak sekolah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 9 November 2024.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya membantu warga yang membutuhkan tetapi juga mempererat hubungan antara Bhayangkari dan masyarakat setempat. Dalam acara ini, Juliati menyampaikan rasa terima kasih kepada warga Rote Ndao yang mendukung kegiatan tersebut.
5. Tambah Anggaran Bansos Sebesar Rp100 Triliun pada 2025
Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan, pemerintah berencana menambah anggaran bansos sebesar Rp100 triliun pada tahun 2025. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat menekankan pentingnya efisiensi anggaran.
Upaya ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada kebocoran anggaran di seluruh jenjang pemerintahan. Diharapkan tambahan anggaran ini akan semakin memperkuat program bantuan sosial ke depannya, menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Dari penyaluran yang terstruktur hingga peningkatan anggaran, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah ini menunjukkan komitmen besar dalam mendukung kesejahteraan sosial dan ekonomi masyarakat. Program bantuan sosial bukan hanya membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dengan menjaga daya beli dan stabilitas harga.
(Taufik Fajar)