JAKARTA - Danantara Indonesia sudah membeli saham-saham di pasar modal Indonesia sejak Senin 2 Februari 2025. Danantara membeli saham saat IHSG anjlok.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, Danantara secara selektif membidik emiten dengan fundamental bisnis yang kuat, arus kas yang sehat, valuasi yang menarik, serta likuiditas saham yang memadai.
Pandu mengatakan, strategi tersebut sejalan dengan pergeseran preferensi investor yang kembali menitikberatkan kualitas fundamental di tengah ketidakpastian global. Dia menegaskan bahwa perseroan tetap aktif berinvestasi dengan pendekatan berbasis fundamental dan jangka menengah hingga panjang.
"Sebagai market participant, Danantara Indonesia juga aktif berinvestasi di pasar dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki valuasi menarik, arus kas yang kuat, fundamental yang baik, serta likuiditas yang memadai," ujarnya dalam pernyataan resmi, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Selain faktor fundamental, Danantara juga mencermati kualitas tata kelola perusahaan dan keterbukaan informasi sebagai bagian dari pertimbangan investasi. Pandu menekankan bahwa penguatan struktur pasar dan tata kelola menjadi prasyarat penting untuk memperdalam pasar dan menjaga kepercayaan investor.
Ia menjelaskan, tekanan pasar yang terjadi saat ini tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga dirasakan secara regional di Asia dan global. Dalam kondisi tersebut, pasar tengah menjalani proses rebalancing, di mana investor mulai kembali menimbang aspek fundamental, valuasi, dan kualitas bisnis emiten.
Menurut Pandu, saham-saham yang tetap diminati umumnya memiliki karakteristik tata kelola yang baik, keterbukaan informasi yang memadai, serta ketahanan kinerja terhadap siklus ekonomi. Dinamika tersebut tercermin dari pergerakan saham-saham unggulan yang menunjukkan penyesuaian harga secara rasional.