Purbaya: Jika Saya di BI Rupiah Bisa Menguat Rp15.000 per Dolar AS, Bukan Hal Sulit

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Rabu 04 Februari 2026 09:51 WIB
Purbaya: Jika Saya di BI Rupiah Bisa Menguat Rp15.000 per Dolar AS, Bukan Hal Sulit (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa menguat mencapai Rp15.000 per dolar AS. Namun, penguatan ini jika dirinya berada di Bank Indonesia (BI).

"Menurut saya, kalau Rupiah bergerak ke sekitar Rp15.000 per dolar AS, itu tidak terlalu sulit. Saya tidak bisa berbicara mewakili bank sentral, tapi kalau saya di posisi mereka (BI), level itu bukan sesuatu yang sulit dicapai," kata Purbaya dalam Indonesia Economic Summit (IES) 2026 di Jakarta, Selasa 3 Februari 2026.

Peluang Penguatan Rupiah

Purbaya menjelaskan, peluang penguatan Rupiah dapat dilakukan melalui perbaikan fundamental ekonomi yang lebih cepat agar pertumbuhan dapat mencetak angka yang lebih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan membuat masyarakat makin sejahtera, sehingga pada akhirnya modal asing akan mengalir dengan sendirinya.

Investor asing, lanjutnya, ingin mengambil porsi keuntungan dari pertumbuhan ekonomi nasional. Ketika modal asing langsung (foreign direct investment/FDI) masuk, rupiah akan bergerak menguat.

"Ketika orang melihat saya bekerja serius memperbaiki kondisi ekonomi, dan ketika mereka mulai melihat ekonomi benar-benar membaik, modal akan masuk dan rupiah akan menguat hampir secara otomatis," ujar Purbaya.

Nilai Tukar Rupiah Cerminkan Fundamental Ekonomi

Purbaya menambahkan nilai tukar Rupiah saat ini tidak mencerminkan fundamental perekonomian Indonesia. Diketahui, pada penutupan perdagangan Selasa, Rupiah menguat 44 poin atau 0,26 persen menjadi Rp16.754 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.798 per dolar AS.

Dirinya menyangsikan kondisi rupiah saat ini akan memicu krisis seperti tahun 1997-1998. Sebab, otoritas saat ini bergerak dengan selaras untuk menjaga level nilai tukar rupiah.

Selain BI yang memainkan peran utama, juga ada otoritas lain yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di antaranya Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

 

Purbaya Dorong Rupiah Menguat

Purbaya yang juga menjadi Ketua KSSK bakal menggelar rapat untuk memitigasi dampak bila terjadi penguatan dolar AS terhadap rupiah.

Sementara, saat ini, menurut dia, level nilai tukar rupiah belum sampai pada titik yang berpotensi menimbulkan kekacauan ekonomi.

"Kami dan bank sentral juga berupaya mendorong rupiah tetap di bawah Rp17.000. Level yang menurut saya ideal sejalan dengan asumsi APBN yaitu sekitar Rp16.500 per dolar AS," kata Purbaya.

"Saya percaya bank sentral punya kemampuan untuk mengendalikan itu," tukasnya.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya