Informasi kepemilikan tersebut dapat dikombinasikan dengan indikator lain, seperti Laporan Keuangan dan Laba untuk melihat korelasi struktur pemilik dengan kinerja perusahaan; Arus Kas untuk memantau pergerakan dana besar dalam saham tertentu; dan Prospek Industri untuk menilai kepercayaan pemodal besar terhadap sektor terkait.
Langkah yang diambil BEI dan KSEI ini membawa pasar modal Indonesia semakin sejajar dengan bursa-bursa besar dunia yang telah lebih dulu menerapkan praktik transparansi kepemilikan saham secara mendalam. BEI berkomitmen bahwa transparansi bukan sekadar membuka data, melainkan memastikan data tersebut mudah diakses, terstruktur, dan relevan.
Jeffrey kembali menekankan bahwa komitmen ini tidak akan berhenti di sini demi menjaga marwah pasar modal Indonesia di mata investor domestik maupun global.
“Penguatan kualitas data pasar merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk membangun pasar modal Indonesia yang kredibel dan terpercaya. Dengan keterbukaan informasi yang semakin baik, diharapkan kepercayaan, integritas, dan kredibilitas pasar modal Indonesia akan semakin kokoh,” pungkas Jeffrey.
(Feby Novalius)