JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center atau SCO-ETEC (Pusat Pertukaran Ekonomi dan Perdagangan Organisasi Kerja Sama China-Shanghai Organisasi Kerja Sama Shanghai) terkait penguatan ekosistem industri perikanan dan ekonomi rakyat berbasis koperasi di Jakarta.
Terdapat enam jenis nota kesepahaman (MoU/ Memorandum of Understanding) yang dilakukan kedua belah pihak dimana semuanya terkait dengan upaya mengoptimalkan keberadaan koperasi dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi di sektor perikanan dan kemaritiman.
Keenam jenis MoU tersebut yaitu Mou Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Koperasi, MoU Proyek Pabrik Es dan Cold Storage Berbasis Koperasi, MoU pengembangan Gudang Ikan Modern, MoU Pemberdayaan Galangan Kapal Yang Dikelola Oleh Koperasi, MoU Pembentukan dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Serta Pengembangan Usaha Koperasi di Sektor Perikanan, kemudian MoU Sinergi Pengembangan dan Pemberdayaan Koperasi di Kawasan Perikanan.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan, penandatangan kerja sama tersebut tindak lanjut dari kesepakatan di berbagai sektor khususnya di sektor ekonom antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping di tahun lalu. Kerja sama di sektor ekonomi tersebut fokus pada pengembangan sektor perikanan dan kemaritiman melalui koperasi.
“Kesepakatan yang kami lakukan adalah khususnya dalam rangka pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan, didalamnya termasuk pembangunan industri pendukung bagi sektor kelautan dan perikanan,” kata Menkop, Jumat (13/3/2026).
SCO-ETEC bersama mitra perusahaan dari Tiongkok akan mendukung pembangunan fasilitas vital seperti pabrik es batu, cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala mini terutama yang akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dengan lebih dari dua pertiga wilayah berupa lautan. Di sisi lain sektor perikanan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Namun demikian, Indonesia dihadapkan pada kondisi kemiskinan yang ekstrim terutama di wilayah-wilayah pesisir yang merupakan area lumbung pangan berbasis maritim. Oleh karena itu perlu ada upaya keberlanjutan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam tersebut agar permasalahan kemiskinan dapat dihilangkan
"Dengan penandatanganan ini kita harapkan bisa meningkatkan potensi kapasitas perikanan dan sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan di desa pesisir terutama para nelayan di Indonesia,” tegasnya.
Menurutnya, Kemenkop berkomitmen penuh untuk mengawal implementasi kerja sama ini agar berjalan efektif. Ia berharap sinergi antara Kemenkop dengan SCO-ETEC tersebut dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Dengan dukungan teknologi dan investasi dari SCO-ETEC, koperasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing sektor perikanan Indonesia.
"Melalui kerja sama ini kita mendorong adanya transfer pengetahuan, teknologi dan perluasan akses pasar untuk produk - produk yang dikembangkan oleh koperasi dan produk yang dikembangkan di luar koperasi," ucapnya.
Menkop juga berharap agar kerja sama ini dapat menjadi model pengembangan kawasan perikanan berbasis koperasi yang modern dan terintegrasi, yang dapat direplikasi di berbagai wilayah lainnya. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk dari SCO-ETEC, Koperasi Desa/Kelurahan Merah putih diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.
"Kami atas nama Pemerintah Republik Indonesia merasa berterima kasih dan mengharapkan agar kerjasama ini bisa berlangsung dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Ketua Umum CO-ETEC, Yang Zijun mengatakan siap mendukung penguatan ekosistem industri perikanan dan perekonomian rakyat terutama di sektor kemaritiman. Ia juga mengapresiasi program strategis nasional dari Presiden Prabowo Subianto yang menggagas program Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih.
Menurut Yang, program Koperasi Desa tersebut menjadi salah satu program kerakyatan yang akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan rakyat terutama di desa di masa mendatang.
"Kebijakan yang sangat merakyat ini membuat kami penuh dengan kepercayaan terhadap masa depan Indonesia," kata Yang.
Yang menambahkan, melalui MoU yang telah dilakukan tersebut dipastikan akan memberikan manfaat bagi kedua negara dan turut memperkuat sinergi dan kerjasama yang selama ini dilakukan antar dua negara. Pihaknya juga siap melakukan penjajakan lebih mendalam untuk memperluas kerjasama bilateral yang selama ini sudah terjalin dengan baik.
"Kami siap memahami lebih dalam mengenai iklim investasi dan kebutuhan pasar di Indonesia serta berdiskusi dengan berbagai pihak di Indonesia mengenai peluang kerjasama di bidang perikanan, kawasan industri, pertanian dan logistik," ucapnya.
(Feby Novalius)