Amman Mineral (AMMN) Raup Laba Rp4,3 Triliun di 2025

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Kamis 26 Maret 2026 14:39 WIB
Amman Mineral (AMMN) Raup Laba Rp4,3 Triliun di 2025 (Foto: AMMN)
Share :

JAKARTA - PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) meraup laba bersih sebesar USD258 juta atau setara Rp4,3 triliun (kurs Rp16.899 per USD) sepanjang 2025. Laba bersih ini turun sekira 60% jika dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai USD642 juta.

Penurunan laba ini sejalan dengan penjualan bersih yang lebih rendah, yaitu USD1,84 miliar pada tahun 2025. Sementara pada 2024, penjualan Amman mencapai USD2,66 miliar.

Mulai tahun 2025, Perseroan hanya diizinkan menjual produk logam jadi, seperti katoda tembaga dan emas murni, tidak dalam bentuk konsentrat seperti pada tahun 2024. Namun demikian, Amman memperoleh izin ekspor konsentrat sementara pada 31 Oktober 2025, yang berlaku selama enam bulan.

Penjualan tersebut terdiri dari USD806 juta dari katoda tembaga, yang mulai diproduksi pada kuartal II mencapai USD454 juta dari emas murni, yang produksi perdananya dimulai pada kuartal III serta USD587 juta dari
konsentrat yang dijual pada kuartal IV.

Kinerja penjualan terkonsentrasi pada paruh akhir tahun, dengan kuartal IV menyumbang sekitar 70% dari penjualan bersih tahun 2025, didorong oleh stabilnya operasi peleburan dan pemurnian serta penjualan konsentrat.

"Kinerja keuangan tahun 2025 mencerminkan dampak larangan ekspor konsentrat di awal tahun serta proses ramp‑up smelter," kata Direktur Utama Amman Mineral Internasional Arief Sidarto dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (26/3/2026).

 

Arief menjelaskan bahwa tahun 2025 merupakan periode transisi seiring dengan langkah perseroan menuju operasional terintegrasi penuh. Penurunan kinerja tersebut dipicu oleh transisi ke penambangan Fase 8 yang memiliki kadar bijih lebih rendah, serta adanya tantangan operasional pada fase awal pemurnian (smelter). 

“Peralihan ke penambangan Fase 8 bersamaan dengan proses peningkatan kapasitas (ramp-up) smelter menimbulkan tekanan operasional jangka pendek. Namun, kami berhasil menuntaskan transformasi menjadi produsen tembaga dan emas yang terintegrasi penuh,” sambungnya.

Sementara, dari sisi profitabilitas, EBITDA perseroan tercatat sebesar USD1,05 miliar dengan margin yang terjaga di level 572,54 per ton. Hingga akhir Desember 2025, total aset AMMN melonjak 24,72% menjadi USD13,87 miliar dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar USD11,12 miliar. 

Di sisi lain, liabilitas perseroan juga meningkat 43,70% YoY menjadi USD8,43 miliar, sementara ekuitas tumbuh moderat 3,48% ke USD5,43 miliar. Adapun realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2025 mencapai USD1,37 miliar, turun 23% dibandingkan tahun sebelumnya.

"Memasuki tahun 2026, prioritas utama kami adalah memastikan kinerja smelter yang stabil. Fokus kami tetap pada eksekusi disiplin dan optimalisasi biaya untuk menciptakan nilai berkelanjutan," kata Arief.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya