Terlebih, lanjut Riska, laba tersebut diperoleh melalui kinerja operasional. ”KRAS juga melakukan transformasi dan restrukturasi. Sekarang sudah menjadi lebih sehat dan dari sisi efisiensi juga naik. Makanya, ini sebenarnya lebih pada faktor investor yang mulai percaya lagi terhadap saham KRAS,” jelasnya.
Termasuk di antaranya, strategi transformasi Krakatau Steel bertajuk KS Reborn. KS Reborn merupakan langkah visioner perusahaan untuk mengonversi dinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan. ”Manajemen KRAS kan juga bilang ini momentum kebangkitan,” imbuh Riska.
Dari sisi teknikal, Riska juga mengatakan, bahwa pergerakan KRAS yang tetap menguat di tengah tekanan pasar, mengindikasikan adanya fase akumulasi awal. Saham yang mampu bertahan dan bahkan menguat saat pasar melemah umumnya mencerminkan adanya keyakinan investor terhadap prospek perusahaan tersebut.
sebelumnya Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menyampaikan, bahwa perusahaan sukses membalikkan kinerja keuangan (financial turnaround) yang impresif pada tahun buku 2025. Hal tersebut, antara lain ditandai dengan raihan laba bersih sebesar USD 339,64 juta (setara Rp5,68 triliun).
"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar.
Sementara, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Krakatau Steel Daniel Fitzgerald Liman menyebut, bahwa harga saham KRAS mengalami pergerakan menggembirakan. Bahkan, kinerja historis KRAS juga bergerak sebesar 164% selama setahun terakhir, dengan rentang harga 52 minggu antara 102 dan 436. ”Ketika pekan lalu IHSG melemah, kami tetap stabil pada harga Rp314,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)