Proyek tersebut diperkirakan menelan anggaran hingga Rp1,2 triliun. Besarnya nilai pengadaan ini menuai kritik di tengah upaya pemerintah melakukan efisiensi belanja negara.
Sejumlah pihak mempertanyakan prioritas pengadaan tersebut, mengingat fokus utama program MBG dinilai seharusnya pada peningkatan kualitas gizi dan perluasan jangkauan distribusi kepada anak-anak.
Meski anggaran untuk 2026 dipastikan tidak tersedia, sejumlah unit motor dilaporkan telah tiba dan masih tersimpan di gudang, namun belum didistribusikan ke SPPG di berbagai daerah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas perencanaan dan pengelolaan aset di lembaga tersebut.
(Feby Novalius)