Saham Big Caps Jadi Penekan Utama IHSG, Ada yang Turun hingga 37%

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Sabtu 25 April 2026 12:02 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 6,61% ke level 7.129. (Foto: Okezone.com/Freepik(
Share :

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan 6,61% ke level 7.129, dipicu pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang melemah pada periode 20–24 April 2026. Sejumlah emiten unggulan dari sektor perbankan, telekomunikasi, hingga energi mencatatkan pelemahan signifikan dan menyeret indeks ke zona merah.

Berdasarkan data perdagangan, saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar mencatat kontribusi negatif paling dominan terhadap IHSG. Beberapa di antaranya adalah BBRI yang turun 10,5% dalam sepekan, BBCA melemah 5,84%, serta TLKM yang terkoreksi 9,35%. Selain itu, BMRI juga turun 2,6%, memperkuat tekanan dari sektor perbankan yang selama ini menjadi penopang utama indeks.

Dari sektor energi dan sumber daya, tekanan lebih dalam terlihat pada BREN yang merosot 30,26% serta DSSA yang anjlok hingga 37,85%. Kedua saham ini memberikan kontribusi penurunan indeks yang signifikan seiring besarnya kapitalisasi pasar yang dimiliki.

Pada penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026), DSSA ditutup di level 2.020, BREN di level 4.620, BBRI di level 3.070 (sempat menyentuh 3.060 sebagai level terendah dalam sepekan), BBCA di level 6.050, BMRI di level 4.500, dan TLKM di level 2.810.

Secara keseluruhan, koreksi pada saham-saham big caps tersebut memberikan dampak besar terhadap arah IHSG. Hal ini mengingat struktur indeks yang masih didominasi oleh emiten berkapitalisasi besar, sehingga pergerakan harga saham-saham tersebut sangat memengaruhi kinerja indeks secara agregat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya