Pada Selasa (12/5) juga menjadi momen krusial bagi investor seiring dengan jadwal rebalancing MSCI Indonesia. Meskipun diperkirakan tidak ada emiten baru yang masuk ke dalam indeks tersebut, pergeseran bobot saham diprediksi akan memicu volatilitas pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps).
“Rebalancing MSCI Indonesia yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026 kemungkinan tidak menghadirkan pendatang baru, namun tetap berpotensi memicu pergeseran bobot saham yang dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar secara keseluruhan,” jelasnya.
Pada pekan sebelumnya (4–8 Mei), IHSG mampu menguat tipis sebesar 0,18 persen. Penguatan ini didorong oleh data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui ekspektasi pasar. Namun, aksi jual asing masih membayangi dengan catatan net sell sebesar Rp2,4 triliun di pasar reguler.
Menghadapi perdagangan pekan ini, Hari menyarankan investor untuk lebih selektif dan disiplin dalam mengelola portofolio. Fokus pada strategi jangka pendek dinilai lebih aman di tengah sentimen yang berubah cepat.
"Dalam kondisi ini investor disarankan untuk tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented, memanfaatkan momentum pada sektor-sektor yang kuat, namun tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar yang masih relatif tinggi serta potensi perubahan sentimen yang cepat," pungkas Hari.
Berikut rekomendasi untuk pekan ini.
1. Buy PNLF (Entry: 272, Target Price (TP): 290 dan Stop Loss (SL): 268)
2. Buy BDMN (Entry: 4510, Target Price (TP): 5250, Stop Loss (SL): 4030)
3. Buy MAPI (Entry: 1455, Target Price (TP): 1605, Stop Loss (SL): 1385)
4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF IDX High Dividend 20 (XIHD)
(Dani Jumadil Akhir)