BI Naikkan Bunga SRBI, Aliran Modal Asing Kembali Masuk RI

Anggie Ariesta, Jurnalis
Rabu 20 Mei 2026 16:01 WIB
BI Naikkan Bunga SRBI, Aliran Modal Asing Kembali Masuk RI. (Foto: Okezone.com)
Share :

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengerahkan bauran instrumen moneter pro-pasar demi memperkuat fondasi Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang tertekan oleh kondisi pasar keuangan global yang buruk. Selain menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate), bank sentral secara resmi mengumumkan kenaikan tingkat imbal hasil (yield) instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Langkah tersebut diambil menyusul penurunan surplus neraca perdagangan barang dari USD7,6 miliar pada kuartal IV 2025 menjadi USD5,5 miliar pada kuartal I 2026. Tekanan makin berat karena kinerja investasi portofolio pada kuartal I 2026 sempat mencatatkan aliran modal keluar bersih (net outflows) sebesar USD0,8 miliar akibat meletusnya perang di Timur Tengah.

Sebagai respons cepat untuk mengembalikan daya tarik aset keuangan domestik di mata investor global, BI memutuskan mendongkrak struktur suku bunga SRBI untuk seluruh tenor utama.

"Dari sisi Bank Indonesia, suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dinaikkan menjadi 6,21 persen, 6,31 persen, dan 6,45 persen masing-masing untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada 13 Mei 2026," papar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Kenaikan yield instrumen moneter ini terbukti efektif membalikkan arah arus modal global. BI melaporkan bahwa memasuki kuartal II 2026 (data hingga 18 Mei 2026), aliran modal asing berbalik masuk ke pasar domestik secara masif dengan catatan net inflows mencapai USD5,5 miliar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya