Guna mengantisipasi ketatnya likuiditas perbankan akibat tersedot ke instrumen SRBI, Bank Indonesia memastikan akan menjaga ketersediaan uang primer di pasar agar tetap longgar.
Sebagai bentuk sinergi dengan Kementerian Keuangan di bawah kebijakan fiskal, BI aktif melakukan injeksi likuiditas melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar.
Sepanjang tahun berjalan hingga 19 Mei 2026, total SBN yang dibeli BI mencapai Rp140,57 triliun, termasuk aksi di pasar sekunder senilai Rp73,28 triliun.
Melalui penguatan bauran strategi ini, Bank Indonesia memprakirakan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) sepanjang 2026 akan tetap terjaga secara aman dan pruden pada kisaran defisit rendah, yakni antara 0,5 persen hingga 1,3 persen dari PDB.
Ke depan, Bank Indonesia dan pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan guna mempertebal surplus neraca modal dan finansial demi menjaga ketahanan eksternal makroekonomi nasional secara jangka panjang.
(Feby Novalius)