Arus modal ini utamanya mengalir ke instrumen SRBI dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder karena tergiur oleh tingkat pengembalian yang semakin kompetitif.
Per 18 Mei 2026, total posisi outstanding SRBI melesat hingga Rp921,88 triliun.
Menariknya, porsi kepemilikan investor asing (nonresiden) ikut naik menjadi Rp221,59 triliun atau mencakup 24,04 persen dari total keseluruhan instrumen yang beredar di pasar.
Di sisi lain, bantalan devisa nasional dilaporkan masih sangat tebal untuk melakukan intervensi pasar. Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir April 2026 berada di level USD146,2 miliar.
Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 5,8 bulan impor (atau 5,6 bulan impor jika ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah), jauh melampaui batas aman kecukupan internasional yang berada di kisaran tiga bulan impor.